Presiden Lee Jae Myung dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di prefektur Nara, Jepang pada hari Selasa (13/01) dan menggelar jumpa pers bersama.
Kedua negara menyepakati untuk mengembangkan hubungan yang lebih baik di masa depan.
Presiden Lee menyampaikan bahwa kerja sama Korea Selatan dan Jepang sangat penting untuk dikembangkan sehingga bisa menghadapi situasi global yang rumit dan sulit. Langkah-langkah praktis juga perlu dirumuskan untuk masa depan.
PM Takaichi juga menyatakan dia akan bekerja sama dengan Presiden Lee Jae Myung untuk kestabilan regional dan mengembangkan agenda penting untuk memperdalam hubungan strategis kedua negara.
Kedua negara juga sepakat akan perlunya kerja sama komprehensif di bidang keamanan ekonomi, teknologi berdaya saing, ketertiban internasional, dan lainnya. Lembaga-lembaga terkait akan dilibatkan untuk membahas hal ini.
Lee juga menekankan kerja sama antara Korea Selatan dan Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat dan Jepang, serta komunikasi antara Korea Selatan, China dan Jepang.
Tekad kuat untuk perdamaian dan denuklirisasi di Semenanjung Korea, serta kerja sama dalam menetapkan kebijakan untuk Korea Utara, juga menjadi komitmen kedua negara.
Sehubungan dengan masalah sejarah, dua negara bekerja sama untuk menemukan kerangka jenazah Tambang Chosei di bawah laut dari kota Ube, Jepang dimana 136 warga Joseon ditenggelamkan pada tahun 1942 lalu.
Dua pemimpin akan melanjutkan pertemuan tunggal hingga jamuan makan malam.