Penasihat Keamanan Nasional, Wi Sung-lac pada Jumat (09/01) menggelar pengarahan pers terkait kunjungan Presiden Lee Jae Myung ke Jepang.
Ia menyampaikan bahwa setelah tiba di Nara pada sore hari 13 Januari, Presiden Lee akan bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi untuk menggelar pertemuan tertutup, dilanjutkan pertemuan terbuka, dan konferensi pers bersama.
Kedua pemimpin kemudian akan melanjutkan agenda dengan pertemuan empat mata, diikuti jamuan makan malam.
Ini akan menjadi pertemuan ketiga antara kedua pemimpin. Sebelumnya keduanya bertemu saat KTT APEC di Gyeongju dan KTT G20 di Afrika Selatan.
Wi menegaskan bahwa ini menegaskan komitmen kedua negara untuk mewujudkan diplomasi timbal balik.
Salah satu hasil yang diharapkan dari kunjungan Presiden Lee ke Jepang adalah penguatan kerja sama terkait isu sejarah. Hal ini sejalan dengan upaya kedua negara menjadikan isu-isu sejarah sebagai momentum untuk mendorong kerja sama kemanusiaan antara Korea Selatan dan Jepang.
Ia juga menambahkan bahwa kerja sama terkait isu-isu regional dan global, termasuk masalah Semenanjung Korea diharapkan menjadi salah satu agenda utama.
Wi Sung-lac memaparkan bahwa Jepang merupakan mitra penting bagi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan, seraya menyatakan harapan bahwa melalui komunikasi yang erat antara kedua pemimpin mengenai isu-isu regional dan global di tengah dinamika situasi internasional, kerja sama bilateral akan semakin diperdalam.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pertemuan di Nara, kampung halaman Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, juga diharapkan dapat mempererat ikatan pribadi kedua pemimpin serta memperkokoh kesamaan pandangan mengenai hubungan Korea Selatan–Jepang di masa depan.
Keduanya juga diharapkan membahas penguatan kerja sama di bidang yang berkaitan langsung dengan masyarakat, termasuk perlindungan kekayaan intelektual dan bidang masa depan seperti AI, penanggulangan kejahatan lintas negara seperti penipuan, serta isu-isu sosial dan pertukaran antarmasyarakat.