Pemerintah Korea Selatan mengumumkan strategi pertumbuhan ekonomi tahun 2026 yang berfokus pada transformasi besar kecerdasan buatan (AI) serta pengembangan pendorong pertumbuhan baru.
Kementerian Ekonomi dan Keuangan Korea Selatan pada Jumat (09/01) merilis "Strategi Pertumbuhan Ekonomi 2026" yang memperkirakan produk domestik bruto (PDB) Korea Selatan diperkirakan tumbuh sebesar 2,0 persen pada tahun ini.
Meski kondisi ekonomi diperkirakan membaik dibandingkan tahun lalu, laju pertumbuhan potensial terus menurun dari tahun ke tahun akibat faktor-faktor seperti penurunan jumlah penduduk.
Sejalan dengan itu, pemerintah mengajukan kecerdasan buatan (AI) sebagai solusi utama untuk mendorong kenaikan pertumbuhan potensial. Melalui transformasi besar AI di berbagai bidang, pemerintah menargetkan Korea Selatan masuk dalam tiga besar negara AI dunia dan sekaligus memperkuat fondasi ekonomi.
Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah akan memulai pembangunan Pusat Komputasi AI Nasional, serta meluncurkan model AI buatan sendiri pada tahun ini. Pada bidang yang dijuluki "physical AI", seperti robotika, kendaraan otonom, dan peralatan rumah tangga, pemerintah menetapkan target untuk menjadi yang terbaik di dunia.
Dekarbonisasi dan transisi menuju energi terbarukan juga akan dimanfaatkan sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru.
Di antara industri strategis yang telah ada, pemerintah akan memfokuskan pengembangan pada semikonduktor sebagai produk andalan, serta sektor-sektor berdaya saing tinggi seperti industri pertahanan, bio, dan budaya.