Bank Sentral Korea merilis data sementara neraca pembayaran pada Jumat (09/01). Surplus transaksi berjalan Korea Selatan pada November tahun lalu tercatat sebesar 12,24 miliar dolar AS.
Lonjakan tajam surplus ini didorong oleh kuatnya ekspor semikonduktor dan otomotif.
Surplus ini berlanjut selama 31 bulan berturut-turut, dengan nilainya lebih besar dibandingkan Oktober. Jika dibandingkan sesama bulan November, angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.
Selain itu, surplus transaksi berjalan kumulatif sepanjang Januari hingga November 2025 pun mencapai rekor tertinggi sebesar 101,82 miliar dolar AS, naik 17,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dilihat per komponen, surplus neraca barang tercatat sebesar 13,31 miliar dolar AS, atau sekitar 1,7 kali lipat dibandingkan Oktober.
Ekspor Korea Selatan pada November tercatat sebesar 60,11 miliar dolar AS, meningkat 5,5 persen dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya.
BOK menjelaskan bahwa lonjakan ekspor IT, terutama semikonduktor, serta kinerja solid mobil di sektor non-IT mendorong total ekspor kembali tumbuh secara tahunan untuk pertama kalinya dalam dua bulan.
Berdasarkan kawasan, ekspor ke Asia Tenggara dan China mencatat kinerja kuat, masing-masing sebesar 18,4 persen dan 6,9 persen, sementara pengiriman ke Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Jepang masing-masing mengalami pelemahan.
Impor Korea Selatan pada November tercatat sebesar 46,8 miliar dolar AS, turun 0,7 persen dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh merosotnya harga energi, yang mendorong impor bahan baku turun 7,9 persen, dengan penurunan tajam pada gas, produk minyak bumi, dan minyak mentah.