Sidang penutupan kasus pemberontakan mantan Presiden Yoon Suk Yeol terkait penetapan darurat militer pada 2024 dijadwalkan berakhir pada Jumat (09/01), sekitar satu tahun setelah ia didakwa dalam status tahanan.
Menurut sumber di kalangan yudisial, sidang akhir akan dimulai pada Jumat pukul 10 pagi di Pengadilan Distrik Pusat Seoul, di mana tim penasihat khusus yang menangani kasus ini akan menyampaikan rekomendasi hukuman mereka dan Yoon akan memberikan kesaksian terakhirnya.
Pada Kamis (08/01), tim khusus diperkirakan akan mengadakan pertemuan dengan jaksa senior untuk menyempurnakan rekomendasi hukuman.
Tindak pidana memimpin pemberontakan dikenakan hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara seumur hidup tanpa kerja paksa, dan tim khusus kemungkinan akan meminta hukuman mati untuk Yoon.
Sidang akhir juga dijadwalkan pada hari yang sama untuk tujuh orang lain yang didakwa memiliki peran kunci dalam kasus dugaan pemberontakan, termasuk mantan Menteri Pertahanan Kim Yong-hyun, mantan Komandan Intelijen Pertahanan Noh Sang-won dan Moon Sang-ho, serta mantan Komisaris Jenderal Polisi Cho Ji-ho.
Mantan menteri dan terdakwa lainnya dapat menghadapi hukuman mati, penjara seumur hidup, atau hukuman penjara minimal lima tahun dengan atau tanpa kerja paksa.
Pengadilan diperkirakan akan mengeluarkan putusan dalam kasus ini pada bulan depan.