Presiden Lee Jae Myung menekankan bahwa China dan Korea Selatan perlu mengembangkan kerja sama di bidang ekonomi.
Dalam pidato forum bisnis antara Korea Selatan dan China yang digelar di Beijing pada Senin (05/01), Presiden Lee mengatakan bahwa kerja sama ekonomi antara dua negara stagnan di level kisaran 300 miliar dolar AS, sehingga perlu kerja sama berupa rute atau pasar baru.
Menurut Lee, Korea Selatan dan China memiliki nilai budaya sama dari segi geografis dan sejarah. Produk kebutuhan sehari-hari, kecantikan, makanan, film, musik, game, olahraga, dan lainnya bisa menjadi peluang kerja sama baru.
Kerja sama di bidang teknologi masa depan seperti kecerdasan buatan (AI) mampu melebarkan kerja sama di bidang manufaktur, jasa, dan lainnya.
Dia menyatakan bahwa Korea Selatan dan China terasa seperti kapal yang berlayar di laut menuju arah yang sama sambil melewati gelombang yang sama, sambil melakukan kerja sama dan juga bersaing.
Presiden Lee Jae Myung mengatakan bahwa dia berharap agar dua negara membuat hubungan yang saling menguntungkan menghadapi lingkungan perdagangan global yang terus berubah dan pengembangan teknologi.
Wakil Perdana Menteri China He Lifeng menyatakan bahwa Korea Selatan dan China mempertahankan hubungan kemitraan secara stabil dan melakukan kerja sama di berbagai bidang sejak jalinan diplomasi tahun 1992 lalu.
Dia menilai hubungan dua negara sebagai teladan baik dalam kerja sama global yang berkontribusi dalam perdamaian, kestabilan, dan kemakmuran dunia.