Pemerintah Korea Selatan menilai bahwa dampak ekonomi dari serangan udara AS terhadap Venezuela dan peluncuran rudal terbaru Korea Utara akan terbatas.
Kementerian Ekonomi dan Keuangan menyampaikan penilaian tersebut pada Senin (05/01) saat rapat darurat antarlembaga yang diadakan untuk meninjau kondisi ekonomi.
Dalam pertemuan yang dipimpin oleh Wakil Menteri Kang Ki-ryoung, kementerian tersebut menyatakan akan terus memantau pasar keuangan domestik dan internasional serta indikator sektor riil secara ketat dan merespons sesuai kebutuhan.
Kementerian Perdagangan, Industri, dan Sumber Daya juga memperkirakan dampak minimal bagi hubungan perdagangan dan investasi Korea Selatan dengan Venezuela.
Seorang pejabat kementerian industri mengatakan Venezuela bukan mitra perdagangan atau investasi utama bagi perusahaan Korea Selatan akibat sanksi AS dan ketidakstabilan politik. Pejabat tersebut menambahkan bahwa pemerintah memantau perkembangan dengan cermat dan bersiap menghadapi dampak yang lebih luas di seluruh Amerika Latin.
Menurut data dari Asosiasi Perdagangan Internasional Korea, perdagangan antara Korea Selatan dan Venezuela mencapai sekitar 50 juta dolar AS tahun lalu, yang hanya mewakili kurang dari 0,1 persen dari total volume perdagangan Korea Selatan.