Indeks biaya hidup di Korea Selatan tercatat lebih tinggi dibandingkan inflasi konsumen secara keseluruhan selama lima tahun berturut-turut.
Menurut Kementerian Data dan Statistik pada Rabu (31/12), indeks harga barang kebutuhan pokok seperti makanan, energi, dan transportasi tahun lalu naik 2,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka tersebut lebih tinggi 0,3 persen dibandingkan kenaikan indeks harga konsumen yang tercatat sebesar 2,1 persen pada periode yang sama.
Tren kenaikan indeks biaya hidup yang lebih tinggi ini terus berlanjut sejak tahun 2021.
Pada tahun 2022, angka tersebut melonjak hingga 6,0 persen, sehingga selisihnya dengan inflasi konsumen yang tercatat sebesar 5,1 persen melebar menjadi 0,9 persen.
Dengan kata lain, indeks biaya hidup yang sering digunakan sebagai ukuran inflasi yang dirasakan konsumen lebih tinggi dibandingkan indikator inflasi resmi.
Penguatan nilai tukar dolar ke kisaran 1.400 won belakangan ini mendorong kenaikan harga impor, sehingga tekanan biaya hidup yang dirasakan konsumen diperkirakan akan semakin besar ke depan.
Bulan lalu, harga produk minyak melonjak 6,1 persen, mencatat kenaikan terbesar sejak Februari lalu yang mencapai 6,3 persen. Sementara harga produk pertanian, peternakan, dan perikanan juga naik 4,1 persen, terutama dipicu oleh kenaikan harga pangan impor.