Presiden Lee Jae Myung untuk pertama kalinya sejak menjabat, melakukan pembicaraan lewat sambungan telepon dengan para pemimpin Kirgistan dan Tajikistan.
Juru bicara kepresidenan Kang Yu-jung pada Kamis (28/08) mengatakan, dalam pembicaraan itu Presiden Lee dan Presiden Kirgistan Sadyr Japarov sepakat untuk meningkatkan kemitraan strategis komprehensif, dengan menyinggung peningkatan perdagangan dan pertukaran masyarakat akhir-akhir ini.
Lebih jauh, Presiden Lee menyampaikan harapan untuk memperkuat kerja sama praktis di bidang rantai pasok dan energi dengan Kirgistan yang memiliki sumber daya mineral serta potensi tenaga air yang melimpah. Lee juga meminta perhatian khusus bagi komunitas etnis Korea yang tinggal di negara Asia Tengah itu.
Saat berbincang via telepon dengan Presiden Tajikistan Emomali Rahmon, Presiden Lee mengusulkan agar kedua negara lebih mendorong kerja sama dan pertukaran bilateral.
Menurut jubir Kang, kedua pemimpin juga bertukar pandangan mengenai perluasan kerja sama di bidang perkeretaapian, transportasi, dan infrastruktur. Ia menambahkan, Presiden Lee berharap pengiriman pertama pekerja asal Tajikistan ke Korea Selatan melalui sistem izin kerja dapat terwujud tahun ini.
Presiden Lee sepakat dengan kedua pemimpin untuk terus menjaga komunikasi erat menjelang KTT Korea Selatan dan Asia Tengah yang rencananya akan digelar Seoul pada tahun depan.