Juru bicara departemen luar negeri Korea Utara mengumumkan, pemerintah Pyongyang terpaksa tidak mengikuti pertemuan segi enam tanpa batas waktu, hingga terciptanya suasana kompromi yang cukup membuahkan hasil dari pertemuan segi enam itu.
Dalam pernyataan khusus, hari Kamis, juru bicara departemen luar negeri Korea Utara, untuk kali pertamanya mengakui secara resmi tentang pengembangan dan kepemilikan senjata nuklir, sebagai tindak pembelaan diri terhadap kebijakan permusuhan pemerintahan Bush yang semakin meningkat.
Serta dengan maksud yang sama, pihaknya telah menarikan diri dari perjanjian pencegahan penyebarluasan nuklir NPT.
Menyinggung pidato perdana presiden Bush dan pernyataan menteri luar negeri Condoleezza Rice didepan DPR baru-baru ini, pemerintah Pyongyang menanggapi hal itu sebagai sikap sepihak pemerintah Washington yang tidak menginginkan hidup berdampingan dengan Korea Utara.