Pemerintah menerbit buku putih pertahanan hari Jumat yang selama ini penerbitannya tertunda, karena desas-desus tentang penghapusan konsep “musuh utama”.
Buku putih pertahanan 2004 itu menarik perhatian besar, karena tidak lagi menyebuat Korea Utara sebagai “musuh utama” dan sebagai gantinya mendefinisi negara komunis itu sebagai “ancaman militer utama dan langsung” terhadap Korea Selatan.
Dokumen pertahaan itu mencantumkan penilaian tentang situasi keamanan semenanjung Korea, kebijakan pertahaan Seoul dan penempatan kembali pasukan AS di Korea Selatan.
Menurut buku putih itu, diperkirakan, Korea Utara ada kemungkinan memiliki 1 atau 2 unit senjata nuklir hingga kini.
Khususnya dokumen pertahanan itu menyatakan lebih dari 70 persen korps marinir AS akan dikerah dalam perang di semenanjung Korea.
Dikatakan pula, AS akan juga mengirim 50 persen Angkatan Udara dan 40 persen Angkatan Laut, yang ditempatkan di Jepang ke semenanjung Korea dalam dalam keadaan darurat seperti itu.