Pertemuan segi 6 tahap ke-3, hari Kamis, dilanjutkan kembali di Beijing, guna membahas cara penyelesaian masalah nuklir Korea Utara secara damai, termasuk penelitian bersama terhadap 2 proposal dari Amerika Serikat dan Korea Utara.
Dalam kesempatan itu, para peserta mendengarkan pidato perdana ketua delegasi dari Jepang dan RRC.
Menurut sumber diplomatik di Beijing, proposal Korea Utara itu nampaknya mencantumkan tungku reduksi kecepatan grafit 5 mega watt di daerah Youngbyon, Korea Utara yang selama ini ditolak inspeksi internasional oleh Korea Utara.
Namun demikian, Korea Utara diketahui tetap mengharapkan penerimaan inspeksi internasional terhadap sarana nuklirnya berdasarkan kesepakatan 6 negara anggota pertemuan segi 6.
Sedangkan Amerika Serikat tetap mendesak partisipasi Korea Utara pada Perjanjian Pencegahan Penyebarluasan Nuklir Internasional, NPT sebagai tahap pertama untuk menerima inspeksi IAEA, Badan Tenaga Atom Internasional.