Insiden ledakan dahsyat kereta api di stasiun Yongchun, Propinsi Pyong An Utara, Korea Utara, sekitar pukul 14:00 siang, waktu Korea 22 April, nampaknya mengakibatkan sekitar 700 hingga 800 korban tewas dan luka parah.
Menurut pemerintah Korea Selatan, insiden itu terjadi ketika 3 kereta api yang mengangkut gas cair profan, meledak seketika, mengakibatkan kehancuran total stasiun Yongchun dan di sekitarnya.
Dikatakan, foto udara di sekitar stasiun Yongchun yang diambil satelit pengintaian militer Amerika Serikat, menunjukkan kehancuran total itu termasuk lubang besar akibat dahsyatnya ledakan.
Sementara itu, seluruh media massa Korea Utara tetap mengabaikan insiden itu, melainkan memfokuskan hasil kunjungan rahasia pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-il ke RRC baru-baru ini.
Terkait insiden ledakan itu, Korea Utara segera meminta bantuan RRC untuk merehabilitasi kehancurannya.
Demikian, Kantor Berita Kyoto Jepang, hari Jumat mengabarkan.