Pertemuan antara pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-il dan Ketua Komisi Kemiliteran Pusat RRC, Jiang Je-min, hari Selasa berlangsung di Beijing, guna membahas cara penghapusan keragu-raguan keamanan nasional Korea Utara dan pengaktifan hubungan kerjasama ekonomi bilateral.
Dalam pertemuan itu, Kim Jong-il, nampaknya menyampaikan kecurigaan kemungkinan invasi militer Amerika Serikat, dan meminta pengaktifan hubungan kerjasama militer antara Korea Utara dan RRC berdasarkan tekad pertahanan nasional Korea Utara secara mandiri.
Setelah itu, Kim Jong-il, dalam pertemuan dengan perdana menteri RRC, Won Ja-bao, membahas cara peningkatan hubungan kerjasama ekonomi bilateral.
Dalam kesempatan itu, Won Ja-bao, mengusulkan proyek pengembangan ekonomi bersama antara 3 propinsi RRC dengan Korea Utara dan cara penyerahan bantuan ekonominya kepada Korea Utara, termasuk bahan pangan dan enerji.
Sebelumnya, pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-il, hari Senin tiba di Beijing untuk melakukan kunjungan rahasia termasuk pertemuan puncak dengan presiden RRC, Hu Jin-tao.
Dalam pertemuan tertutup, Kim Jong-il meminta imbalan termasuk jaminan keamanan nasionalnya, terkait pembuangan program nuklir Korea Utara.
Sementara itu, Hu Jin-tao menyampaikan gagasan tegas pemerintah Amerika Serikat tentang rencana pengembangan nuklir di Korea Utara.