Korea Utara bertanggungjawab untuk membuktikan sendiri ketidakpemilikan program pengembangan nuklir dengan bahan uranium yang telah dipertinggi kadarnya, serta membuang program itu seperti halnya Libia.
Pembantu wakil menteri luar negeri dan perdagangan Korea Selatan Lee Soo-hyuck menandaskan, sikap terbuka dan jujur sedemikian itu sangat menguntungkan pemerintah Pyongyang sendiri.
Dalam jumpa pers di Washington, hari Sabtu, Lee Soo-hyuck menyatakan, meskipun Korea Utara tetap menuntut pihaknya tidak mempunyai rencana mengembangkan uranium, namun pemerintah Seoul menyetujui penilaian Amerika Serikat seputar kepemilikan uranium dan rencana pengembangannya.
Lebih lanjut dikatakan, hendaknya Korea Utara menunjukkan sikap jujur demi keuntungan negaranya sendiri maupun penyetabilan dan keamanan di seluruh dunia.
Selama berada di Wasington, pembantu wakil menteri luar negeri Lee Soo-hyuck telah mengadakan rangkaian pertemuan, termasuk wakil menteri luar negeri urusan Asia Pasifik James Kelly dan ketua direksi urusan Asia Pasifik Departemen Luar Negeri Jepang Mitoji Yabunaka guna mengkordinasikan kedudukannya masing-masing seputar masalah nuklir Korea Utara..