Korea Utara siap mengambil tindakan balasan terhadap tuntuan Amerika Serikat yang semakin menonjolkan masalah penyebarluasan rudal internasional karena hal ini semakin meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea. Menurut badan resmi Partai Buruh Korea Utara, harian Nodong sinmoon, hari Minggu, pihaknya tetap menolak pembahasan masalah rudal dalam dialog langsung antar Korea karena tuntutan Amerika Serikat itu sama sekali tidak masuk akal.
Dikabarkan, Korea Utara tetap menyesalkan komplotan Amerika Serikat yang menetapkan Korea Utara sebagai sasaran ke-2 untuk melancarkan perang anti-teroris, menyusul Afganistan.