Berdasarkan penyelidikan oleh KBS, ditemukan bahwa Audi Volkswagen Korea terus membuat dokumen-dokumen palsu guna mendapatkan persetujuan penjualan dari pemerintah Korsel, bahkan setelah menyampaikan permintaan maaf publik atas skandal kecurangan emisi pada bulan Oktober lalu. Kementerian Lingkungan Seoul kembali dituding gagal menghadang upaya ilegal tersebut.
Hanya sekitar dua bulan kemudian, VW Korea memalsukan dokumen guna mendapatkan sertifikat emisi dari pemerintah Korsel.
Hal ini terungkap saat KBS mempelajari pemberitahuan Kementerian Lingkungan untuk pencabutan sertifikat yang dikirimkan ke produsen mobil Jerman tersebut pada bulan lalu.
Sertifikat "GMY-AD-13-2," hasil tes alat diagnosa mesin (OBD) untuk Volkswagen Passat dengan mesin TSI satu-koma-delapan liter telah dipalsukan. Dokumen tersebut disampaikan ke Kementerian Lingkungan pada bulan Desember. Kementerian terkait mengeluarkan nomor ijin untuk kedua model dua bulan setelahnya.
Para mantan pejabat Kementerian Lingkungan mengatakan kepada KBS bahwa Audi Volkswagen Korea tidak pernah menggunakan teknologi canggih untuk memalsukan dokumen.
Dikatakan bahwa perusahaan tersebut menyalin sebuah nama model baru pada sertifikat pemerintah Jerman untuk Audi A6, untuk mendapatkan ijin penjualan Audi A7 di Korea.
Menanggapi penyelidikan KBS, Audi Volkswagen Korea mengatakan bahwa pihaknya tidak secara sengaja memalsukan dokumen. Kementerian Lingkungan dijadwalkan akan mengumumkan langkah hukuman administratif atas perusahaan tersebut pada hari Selasa (2/8/2016).