Lebih dari 50 alamat email dan password pejabat pemerintah yang bekerja di kompleks pemerintah dicurigai telah diretas melalui phishing oleh pihak Korea Utara.
Kantor Kejaksaan Agung pada hari Senin (1/8/2016) mengumumkan hasil penyelidikan mereka terhadap serangkaian serangan phishing yang terjadi pada semester pertama tahun ini.
Pihak Kejaksaan mengatakan bahwa kelompok yang dicurigai telah melakukan peretasan dengan menciptakan sebanyak 27 phishing website yang disamarkan sebagai portal populer, seperti Google, Naver dan Daum serta homepage beberapa universitas terkenal di Korea Selatan.
Para peretas berupaya untuk mendapatkan informasi email 90 pejabat pemerintah, militer dan reporter di Kementerian Pertahanan, Luar Negeri dan Unifikasi serta para peneliti di wadah pemikir publik. Diperkirakan sebanyak 56 informasi account email telah dibocorkan.
Ada kecurigaan bahwa tindakan itu dilakukan oleh kelompok yang melakukan peretasan terhadap Perusahaan Listrik Hidro dan Nuklir Korea Selatan (KHNP) pada tahun 2014, karena mereka menggunakan provider dan kode sumber yang sama.
Pihak Kejaksaan Agung bersama dengan Badan Intelijen Nasional dan Badan Keamanan dan Internet Korea telah menutup website terkait untuk proses penyelidikan.