Yayasan Wanita Perbudakan Syahwat yang disebut sebagai Yayasan Rekonsiliasi-Penyembuhan, secara resmi diluncurkan pada hari Kamis (28/6/2016), sesuai kesepakatan antara Korea Selatan dan Jepang mengenai perbudakan syahwat oleh militer Jepang di masa perang.
Pihak yayasan mengadakan sidang dewan direktur perdana pada hari Kamis untuk membicarakan arah pengelolaaan yayasan dan rincian proyek-proyek secara menyeluruh.
Peluncuran resmi yayasan itu terjadi setelah 7 bulan kesepakatan antar kedua negara dicapai pada bulan Desember lalu, dan dalam 2 bulan setelah komite persiapan yayasan dibentuk untuk membantu peluncuran yayasan tersebut.
Namun para nenek korban perbudakan syahwat masih tetap menolak hadir dalam upacara peluncuran yayasan, sambil menutut tanggung jawab pemerintah Jepang berdasarkan hukum.
Selain itu, pencairan dana yayasan yang akan dikeluarkan pemerintah Jepang senilai satu miliar yen juga masih belum dipastikan.