Sebuah data menunjukkan bahwa anggota keluarga korban insiden kapal karam Sewol dan penumpang yang selamat menderita gangguan stres pascatrauma-PSTD dan insomnia, meskipun terjadinya insiden tragis itu sudah 2 tahun berlalu.
Hal itu dinyatakan dalam data tentang situasi bantuan korban insiden kapal feri Sewol yang dirilis oleh komite peneliti khusus kapal feri Sewol pada tanggal 20 Juli.
Berdasarkan data tersebut, lebih dari separuh anggota keluarga korban pelajar SMA Danwon menderita gangguan stres pascatrauma. Sekitar 42,6% bahkan mencoba untuk bunuh diri, 20 kali lebih tinggi dari tingkat rata-rata masyarakat umum.
Gangguan stres pascatrauma yang diderita oleh 56% anggota keluarga korban dan penumpang yang selamat, dinilai sangat serius jika dibandingkan dengan tingkat prevalensi rata-rata masyarakat umum dalam satu tahun yang hanya mencapai 0,6%. Sehubungan dengan itu, 64% anggota keluarga korban pun berhenti dari tempat kerja mereka akibat trauma setelah insiden tragis itu.
Penelitian ini dilaksankan terhadap 211 anggota keluarga korban dan penumpang yang selamat pada bulan Januari.