Serikat buruh Hyundai Motor dan Hyundai Heavy Industries terus melanjutkan aksi mogok kerja bersama mereka yang memasuki hari kedua.
Sekitar 15 ribu pekerja dari serikat buruh Hyundai Motor ikut serta dalam aksi mogok selama 4 jam, mulai pukul 11.30 pagi hari Rabu kemarin (20/7/2016), sementara seluruh anggota Serikat buruh Hyundai Heavy Industries berpartisipasi dalam aksi mogok kerja selama 4 jam.
Menurut kedua serikat buruh, sekitar 10 ribu anggota menghadiri aksi unjuk rasa solidaritas besar-besaran, meskipun polisi mengestimasi jumlahnya sekitar 6,5 ribu orang. Hal ini menandai aksi mogok gabungan pertama dalam 23 tahun, antara kedua perusahaan afiliasi Hyundai tersebut.
Para pekerja di Hyundai Motor menuntut kenaikan gaji setelah membahas isu tersebut dengan pihak manajemen. Sementara anggota serikat buruh Hyundai Heavy Industries menuntut agar langkah restrukturisasi perusahaan yang berisi pengurangan tenaga kerja, dibatalkan.
Menurut Hyundai Motor, pemogokan selama 2 hari itu telah berdampak pada gangguan produksi mobil sebanyak 3.400 unit, yang ditaksir bernilai 78 miliar won.
Dua perusahaan perkapalan lain, Samsung Heavy Industries dan Sungdong Shipbuilding and Marine Engineering, juga ikut mengadakan aksi mogok kerja selama 4 jam hari Rabu kemarin. Selain itu, lima serikat perusahaan perkapalan, seperti Daewoo Shipbuilding dan Marine Engineering, juga mengadakan unjuk rasa untuk menentang proses restrukturisasi .
Kementerian Perekrutan dan Ketenagakerjaan mengestimasi bahwa sekitar 46 ribu pekerja ikut serta dalam aksi mogok di 31 titik di seantero Korea Selatan pada hari Rabu (20/7/2016) dan menegaskan bahwa hal itu akan ditangani sebagai pemogokan ilegal.