Sebuah laporan baru-baru ini menunjukkan bahwa angka kehamilan wanita Korea Selatan yang telah menikah semakin menurun sejak awal tahun 2000-an.
Menurut laporan yang dirilis pada hari Kamis (14/7/2016) oleh Institut Korea untuk Kesehatan dan Hubungan Sosial (KIHASA), rata-rata pembuahan wanita Korsel yang telah menikah sepanjang hidupnya adalah sebanyak 2,84 kali menurut data tahun 2003.
Angka tersebut jatuh ke angka 2,45 kali di tahun 2009, 2,41 kali di tahun 2012 dan menyentuh angka 2,34 kali pada tahun lalu.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa satu dari lima pembuahan pada tahun lalu berakhir dengan kegagalan.
Dari angka kehamilan per orang pada tahun lalu, 1,82 kali atau 77,8% berhasil melahirkan dengan normal, namun 0,52 kali atau 22,2% nya berakhir dengan aborsi atau keguguran.
Lee Sam-shik, penulis laporan tersebut mengatakan bahwa keguguran dapat terjadi bukan hanya karena penyebab alami, namun juga dapat diakibatkan oleh berbagai alasan seperti kerja keras, stres, dan kurangnya perhatian di tempat kerja bagi wanita hamil.
Lee menyerukan seluruh masyarakat Korsel untuk meningkatkan upaya melindungi para ibu hamil dan bayi yang dikandungnya.