Kelelawar yang hidup di Korea Selatan dinyatakan membawa virus yang mirip dengan virus mematikan Sindrom Pernafasan Timur Tengah-MERS.
Sebuah penelitian gabungan dari Institut Penelitian Biosains dan Bioteknologi Korea dan Universitas Korea mengumumkan hasil penelitian mereka pada hari Senin (20/6/2016), setelah menganalisis 49 kotoran kelelawar di 11 habitat yang berbeda di Korea Selatan antara bulan Juli dan Desember tahun lalu.
Menurut tim peneliti, virus yang mereka temukan secara genetik mirip dengan SARS dan MERS.
Penemuan itu baru pertama kali dilaporkan di Korea Selatan walaupun hasil yang sama sudah dilaporkan di Cina, Taiwan dan Eropa.
Hasil ini juga telah dimuat di jurnal internasional edisi bulan Mei baru, Transboundary and Emerging Diseases.
Kelelawar yang memiliki lebih dari 2000 spesies di seluruh dunia, merupakan perantara utama penularan virus. Hewan ini telah membawa dan menyebarkan virus walaupun mereka tidak terinfeksi.