Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama
Go Top

Domestik

Kanker Paru-Paru akan Tetap Menjadi Penyebab Kematian Tertinggi Tahun 2032

Write: 2016-06-20 15:18:11Update: 2016-06-20 15:24:39

Kanker Paru-Paru akan Tetap Menjadi Penyebab Kematian Tertinggi Tahun 2032

Kanker yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Korea Selatan pada tahun 2032 adalah kanker paru-paru.

Berdasarkan jenis kelamin, kematian laki-laki akibat kanker prostat akan semakin meningkat, sementara kematian kaum wanita akibat kanker ovarium dan kanker payudara juga akan semakin meningkat. Namun tingkat kematian akibat kanker perut diperkirakan akan mengalami penurunan. 

Sebuah tim riset Fakultas Kesehatan Universitas Gangwon menyampaikan hal itu dengan mengasumsi data statistik pasien kanker dari tahun 2028 hingga 2032 berdasarkan data dari kantor Statistik mengenai populasi yang meninggal akibat kanker mulai tahun 2008 hingga 2012. 

Menurut hasilnya, jumlah orang yang meninggal akibat kanker per 100 ribu jiwa paling banyak disebabkan oleh kanker paru-paru, disusul kanker hati, kanker perut dan kanker kolorektal bagi laki-laki. Untuk wanita, kanker paru-paru masih menempati posisi pertama dan kemudian disusul kanker perut, kanter kolorektal dan kanker hati. 

Sejalan dengan tren itu, setelah 20 tahun berlalu, kematian akibat kanker paru-paru bagi laki-laki dinyatakan paling tinggi, yaitu sebanyak 60,1 per 100 ribu orang. Kematian wanita akibat kanker paru-paru juga akan menjadi paling banyak. 

Tim peneliti menunjukkan tingginya tingkat kematian yang disebabkan kanker paru-paru dipicu oleh industri petro kimia dan tingginya tingkat merokok. Untuk itu tim peneliti menyarankan perlunya perbaikan lingkungan kerja dan berhenti merokok. 

Tim peneliti lebih lanjut mengatakan alasan terbesar dalam peningkatan jumlah kematian akibat kanker di Korea adalah peningkatan orang lanjut usia. 

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >