Pemimpin Grup Lotte, Shin Dong-bin menyampaikan permintaan maaf atas adanya dugaan penyalahgunaan dana oleh konglomerat Grup Lotte. Shin mengatakan bahwa penyelidikan akan segera rampung, namun para jaksa bertekad untuk membuktikan kecurigaan bahwa grup konglomerat itu telah membuat dana rahasia melalui berbagai proyek merger dan akuisisi.
Para jaksa menganalisis dokumen-dokumen dan materi lainnya yang disita dalam penggeledahan kantor-kantor Grup Lotte pada hari Selasa lalu (14/6/2016).
Para penyidik mencurigai bahwa konglomerat terbesar ke-5 di Korsel tersebut telah menggelapkan dana cadangan yang sangat besar melalui kesepakatan merger dan akuisisi (M&A).
Pada tahun 2003, Grup Lotte adalah konglomerat terbesar ke-7 di Korsel dengan penghasilan 20 triliun won Korea atau sekitar 227 triliun rupiah Indonesia, namun pada tahun 2014 Grup Lotte tercatat pada peringkat ke-5 dengan penghasilan 81 triliun won Korea. Sejumlah besar kesepakatan M&A dilakukan dalam masa pemerintahan Lee Myung-bak pada tahun 2008 dan 2012.