Korea Utara dipastikan telah meretas jaringan internet perusahaan raksasa Korea Selatan, grup SK dan Grup Hanjin, dan telah membocorkan data terkait industri pertahanan yang dimiliki oleh kedua perusahaan itu.
Polisi mengatakan pada hari Senin (13/6/2016) bahwa Korea Utara telah mencuri sebanyak 42,600 dokumen dengan meretas jaringan internet SK Networks dan Korean Air pada bulan Februari lalu.
Sejumlah 40 ribu dokumen yang diretas dari Korean Air, dilaporkan termasuk desain pesawat tanpa awak-drone yang sedang dikembangkan militer Korea Selatan dan gambar sayap jet tempur F-15 yang tengah dioperasikan pasukan militer AS.
Polisi menerangkan bahwa total 130 ribu komputer pribadi dari sebanyak 17 perusahaan anak grup SK dan 10 perusahaan anak grup Hanjin telah diserang oleh peretas Korea Utara.
Polisi juga mengonfirmasi serangan di 16 pasang komputer pribadi menggunakan IP yang berasal dari distrik Ryugyeongdong, Pyongyang, Korea Utara. Dikatakan IP asal Ryukyongdong sama dengan IP yang digunakan saat terjadinya aksi terorisme dunia maya yang melumpuhkan jaringan elektronik badan siaran dan lembaga keuangan pada tahun 2013.