Organisasi Kerja sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) telah memperingatkan tentang cepatnya proses pencemaran udara di Korea Selatan.
Dalam sebuah laporang yang dikeluarkan pada hari Kamis (9/6/2016), OECD memperingatkan jika Korea Selatan tidak menangani masalah pencemaran udara dengan efektif, maka Korsel akan menjadi salah satu negara dengan angka kematian prematur tertinggi di antara anggota OECD pada tahun 2060.
Pada tahun 2010, jumlah kematian prematur per 1 juta penduduk tercatat 358 orang, masih lebih rendah daripada Jepang yang tercatat 468 dan 412 untuk Inggris, Prancis, Jerman dan Italia.
Akan tetapi, menurut laporan itu, jumlahnya akan menjadi lebih tiga kali lipat pada tahun 2060 menjadi 1.109, kecuali Korea Selatan melakukan upaya-upaya yang signifikan untuk mencegah polusi udara.
Menurut prediksi OECD, Korea Selatan akan menjadi satu-satunya negara anggota yang memiliki angka kematian prematur diatas 1000 orang pada tahun 2060. Sementara itu angka kematian prematur di Australia dan Selandia Baru pada tahun yang sama diperkirakan tercatat 95 orang atau hanya 8,6% dari Korea Selatan.