Debu ultrahalus yang tercatat memiliki tingkat kepadatan yang lebih tinggi daripada standar hari-hari biasa terus berlanjut pada akhir bulan Mei. Khususnya, kondisi debu ultrahalus di Seoul terus tercatat pada level 'buruk' selama 6 hari diantara satu minggu lalu.
Lembaga Penelitian Lingkungan Hidup Nasional Korea Selatan (NIER) menyatakan setelah debu ultrahalus dari Cina memasuki Korea Selatan, udara tidak bergerak sehingga kondisinya makin buruk karena ditambah unsur polusi udara dari dalam negeri Korea Selatan.
Debu ultrahalus pada hari Selasa (31/5/2016) menyebar ke bagian selatan, dan kadar ozon juga semakin tinggi. Level kadar ozon di seluruh daerah di Korea Selatan kecuali pulau Jejudo tercatat 'buruk.' sehingga kalangan lansia, pasien penyakit pernafasan, jantung dan paru-paru diperingatkan untuk berhati-hati.
NIER mengatakan debu ultrahalus akan semakin berkurang mulai tgl.1 Juni, namun kadar ozon tetap berada pada level tinggi untuk sementara waktu.