Badan Kepolisian Nasional (NPA) mengatakan pada Senin (30/5/2016) bahwa polisi Filipina telah menangkap seorang tersangka dalam kasus pembunuhan seorang misionaris warga negara Korea Selatan, sekitar seminggu setelah peristiwa tersebut.
Penangkapan tersangka berinisial E pada hari Jumat lalu (27/5/2016) terjadi setelah hasil analisis oleh sebuah tim penyidik yang beranggotakan tiga orang dikirim ke Filipina oleh NPA Korsel menunjukkan bahwa E sebagai pelaku kejahatan. Tim tersebut terdiri dari seorang ahli kamera pengintai dan seorang pengamat profil, yang kemudian menganalisis rekaman bukti, dan menyimpulkan bahwa seorang tetangga yang tinggal dekat rumah korban merupakan tersangka utama.
Menurut hasil analisis para penyidik Korsel, polisi setempat kemudian melakukan penyelidikan aktif dan menangkap tersangka.
Korban warga Korsel berusia 57 tahun bermarga Sim dibunuh di Antipolo, bagian timur kota Manila, pada tanggal 20 Mei lalu oleh seorang penyerang dengan senjata mematikan.
Dikatakan bahwa E telah mengakui dirinya masuk ke rumah Sim dalam keadaan mabuk dan tertidur sebelum terbangun oleh teriakan dan sinar senter Sim, dan akhirnya membunuh Sim.