Pemerintah Korea Selatan meminta bantuan para pemuka agama dan aktivis sipil guna mengubah pandangan sosial dan budaya yang mengakibatkan rendahnya angka kelahiran dan cepatnya penuaan di Korsel. Pemerintah melibatkan pemuka agama dan aktivis dalam upaya untuk mendorong wanita menikah untuk memiliki lebih banyak anak.
Komite masyarakat angka kelahiran rendah - penuaan yang dibentuk pemerintah membuka sebuah forum bersama pemuka agama dan aktivis di Hotel President di pusat kota Seoul, pada hari Selasa (19/4/2016).
Diskusi tersebut diselenggarakan setelah adanya himbauan bahwa pembicaraan berkelanjutan antara seluruh anggota masyarakat untuk mengubah pandangan sosial perlu dilakukan.
Perwakilan dari 17 pemerintah daerah, kelompok-kelompok masyarakat termasuk One More Child, Korea Population, Asosiasi Kesehatan dan Kesejahteraan, dan Asosiasi Warga Lansia Korsel, serta tujuh perwakilan agama menghadiri forum tersebut.
Kim Dae-il dari komite masyarakat angka kelahiran rendah pemerintah menekankan bahwa mengatasi angka kelahiran rendah membutuhkan sebuah perpaduan antara koordinasi kebijakan dan perubahan budaya dan persepsi.