Jumlah bayi yang dilahirkan dalam usia normal semakin berkurang, namun bayi yang lahir prematur, atau bayi yang kurang berat badan semakin meningkat.
Menurut laporan hasil penelitian dari Badan Peneliti Kebijakan Asuransi Kesehatan hari Selasa (12/4/2016), angka kelahiran bayi pada tahun 2014 berkurang sebanyak 400 ribu orang. Jumlah itu berkurang sebanyak 60 ribu orang dibandingkan tahun 2012 lalu. Jumlah bayi yang dilahirkan dalam usia normal terus menurun sejak tahun 2013 lalu. Sebaliknya, jumlah bayi yang berisiko tinggi seperti bayi yang lahir prematur atau bayi yang berat badannya kurang semakin meningkat. Jumlah bayi yang lahir seperti itu pada tahun 2014 mencapai 18.000 orang atau 4,7%.
Biaya perawatan bagi bayi yang berisiko tinggi pada tahun 2014 mencapai 120 miliar won, dan biaya itu merupakan 42% dari seluruh biaya perawatan bayi yang baru lahir. Para pakar menganalisis bahwa pernikahan usia tua dan kehamilan dengan bayi tabung semakin meningkat, sehingga jumlah bayi yang berisiko tinggi juga turut meningkat.
Badan Penelitian Kesejahteraan dan Sosial Korea Selatan menyatakan untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah harus menyediakan langkah lanjutan seperti peningkatan manajemen pra kelahiran, dan penerapan asuransi kesehatan terhadap pemeriksaan dasar.