Kepolisian Korea Selatan menegaskan, nama 20 orang Korea yang tampil di You Tube yang diperkirakan dimuat oleh kelompok ekstremis ISIS dibocorkan oleh peretas yang masuk ke server perusahaan Korea Selatan dari Kuwait.
Bagian keamanan siber dari Kepolisian Seoul menyatakan hasil analisis dari server perusahaan Korea Selatan yang diretas, diketahui nama 20 orang Korea Selatan dibocorkan melalui IP asal Kuwait.
Polisi Korea Selatan meminta bantuan kerja sama Kuwait untuk menegaskan apakah kelompok ISIS langsung campur tangan dalam peretasan tersebut. Menurut polisi, pembocoran informasi lainnya tidak terjadi kecuali nama dan alamat email mereka di server itu.
Nama dan alamat email dari 20 warga Korea Selatan muncul di dalam video yang menampilkan pembunuhan sandera oleh ISIS di You Tube pada tgl.15 Februari lalu.
Pemerintah menduga ISIS mencoba memberi ancaman kepada 60 negara pasukan Salib lewat peretasan dan peredaran video kali ini.