Sebuah studi menegaskan bahwa Korea Selatan harus lebih mengkhawatirkan penyebaran demam berdarah daripada virus Zika.
Sebuah hasil studi yang ditulis oleh peneliti Joo Jae-shin dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit-CDC mengungkapkan bahwa ancaman penyakit berikutnya di Korea Selatan setelah MERS adalah demam berdarah, kendati ada kekhawatiran akan penyebaran Zika.
Joo mengatakan kenaikan temperatur sedikit demi sedikit akan mengubah Korsel menjadi daerah subtropis.
Ditambahkannya dalam beberapa tahun terakhir musim panas datang lebih awal sehingga menyebabkan nyamuk-nyamuk menjadi lebih cepat aktif. Nyamuk diperkirakan menjadi salah satu penyebab penyebaran demam berdarah.
Joo juga mengatakan bahwa peningkatan jumlah wisatawan yang datang dari dan pergi ke Asia Tenggara merupakan salah satu faktor potensial penyebab penyebaran demam berdarah di Korsel.
Jumlah warga Korsel yang terjangkit demam berdarah naik 57 persen dari 165 orang pada tahun 2014 menjadi 259 orang pada tahun lalu.