Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-il tidak berpegang teguh pada bentuk pertemuan multinasional untuk menuntaskan masalah nuklir Korea Utara, agar membuka dialog langsung dengan Amerika Serikat.
Menurut harian Jepang Asahi Shinbun, hari Sabtu, dalam pertemuan dengan utusan khusus RRC Dai Ving Guo di Pyongyang 14 Juli lalu, Kim Jong-il mengatakan, pihaknya akan dapat menerima pertemuan multinasional dalam bentuk apapun, guna membuka kembali dialog langsung dengan Amerika Serikat.
Sehubungan dengan itu, harian Asahi menjelaskan, ungkapan pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-il itu, berarti akan memungkinkan keikutsertaan Jepang dalam pertemuan multinasional.
Dikabarkan, dalam pertemuan itu, pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-il menuntut keras pembatalan sikap bermusuhan Amerika Serikat dan Jepang terhadap Korea Utara, serta menekankan perlunya nuansa dialog.
Sedangkan, utusan khusus Dai Ving Guo mendesak Korea Utara untuk membuang program pengembangan nuklirnya.