Amerika Serikat melepas kapal barang Korea Utara yang ditangkap di samudra India, akibat protes keras pemerintah Yaman.
Sejalan dengan itu, kapal barang Korea Utara tersebut berangkat lagi ke Yaman, mengangkut 15 rudal Scud.
Dalam jumpa pers, hari Kamis, juru bicara Gedung Putih Ari Fleischer mengatakan, pemerintah Amerika Serikat memiliki hak penyelidikan kapal barang itu, namun tidak memiliki hak penyiataan.
Dikatakan, pemerintah Yaman telah berjanji akan menggunakan rudal Scud tersebut untuk memperkuat pertahanan nasional Yaman saja, serta tidak akan menyerahkan rudal itu kepada negara lain.
Sehubungan dengan peristiwa kali ini, menteri luar negeri Amerika Serikat Colin Powell mengatakan, pemerintah Amerika Serikat tetap mempertahankan hubungan persahabatan dengan Yaman.
Namun, ditekankan, Korea Utara merupakan salah satu negara yang paling mengamcam seluruh dunia yang mengekspor dan memperluas senjata pemusnah masal.