Organisasi Pengembangan Enerji Semenanjung Korea, KEDO, hari Jumat secara resmi mengumumkan penghentian pemasokan bahan bakar solar kepada Korea Utara, mulai Desember mendatang, manakala Korea Utara tidak membuang program pengembangan senjata nuklirnya.
Setelah mengadakan pertemuan dewan direksi KEDO, di New-York, Amerika, KEDO menyatakan, pengembangan senjata nuklir di Korea Utara selama ini secara nyata melanggar kesepakatan dasar Jenewa dengan Amerika Serikat dan mengancam perjanjian pencegahan penyebarluasan nuklir internasional.
KEDO mendesak Korea Utara kembali agar segera menghentikan program pengembangan senjata nuklirnya yang dilaksanakan secara diam-diam selama ini, dan segera menunjukkan bukti nyata tentang pembuangan program itu.
Dikatakan, pihaknya akan mempertimbangkan kemungkinan kelanjutan pemasokan solar kepada Korea Utara, setelah menegaskan bukti nyata tersebut.
Menurut sumber-sumber diplomatik di Amerika, keputusan KEDO kali ini nampaknya menerapkan tuntutan Amerika Serikat yang tetap mempertahankan sikap keras terhadap pengembangan senjata nuklir di Korea Utara.