Amerika Serikat sedang membahas masalah bantuan bahan bakar solar kepada Korea Utara, bersama dengan negara-negara direktur eksekutif organisasi pengembangan enerji semenanjung Korea KEDO. Menurut Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, hari Rabu, pihaknya telah menyiapkan sekitar 40 ribu ton bahan bakar solar dalam kapal minyak yang berlabuh di Singapura, berdasarkan kesepakatan antara Amerika Serikat dan Korea Utara yang ditetapkan di Jenewa tahun 1994 lalu. Dikatakan, pihak Amerika Serikat ingin menghentikan bantuan bahan bakar solar kepada Korea Utara, namun penghentian bantuan itu diperkirakan akan sulit terwujud, karena dewan direktur KEDO telah mengelola sistem persetujuan dengan suara bulat. Sementara itu, KEDO belum menetapkan jadwal pendidikan terhadap para pengelola proyek pembangunan reaktor nuklir light water di Korea Utara.