Presiden Lee Myung-bak menekankan pentingnya pertumbuhan hijau yang akan berperan penting bagi masa depan bangsa.
Lee mengatakan hari Senin, Korea Selatan telah menjadi negara pertama yang melangkah di jalur pertumbuhan hijau, yang harus dilakukan oleh seluruh dunia.
Dia membuat pernyataan tersebut ketika menerima uraian mengenai kebijakan dari pemerintah provinsi Gangwon di Kota ChunCheon.
Dia juga menambahkan harapan agar Gangwon dapat menjadi model dari pertumbuhan hijau.
Lee lebih lanjut menyebutkan sebuah pusat penelitian global pertumbuhan hijau yang akan menjadi tempat berkumpul dan berdiskusi tentang langkah-langkah pertumbuhan hijau bagi para ilmuwan di seluruh dunia akan didirikan di Seoul pada pertengahan tahun ini.
Dia juga meminta agar bangsa Korea tetap bersatu untuk melihat kesempatan bagi pembangunan nasional dan juga menekankan untuk tetap mewaspadai kondisi ekonomi internasional yang masih tidak stabil ini.
Neraca perdagangan Korea Selatan menunjukkan nilai surplus di bulan Februari.
Badan Bea Cukai Korea mengatakan pada hari Senin negara telah mengumumkan surplus perdagangan sebesar hampir 2,1 miliar dolar AS pada bulan Februari, yang berangkat dari defisit pada bulan Januari sebesar 470 juta dolar.
Ekspor Korea Selatan mengalami pertumbuhan sebesar 7,5 % sejak bulan Januari hingga mencapai 33,1 miliar dolar AS pada bulan Februari akibat kuatnya pengiriman cip semikonduktor, display kristal padat, dan produk minyak.
Selain itu, peningkatan tersebut juga disebabkan pengeksporan kapal yang meningkat dua kali lipat selama periode itu.
Sementara itu, angka impor Korea Selatan menurun hingg 1,7 % menjadi 31,1 juta dolar AS dari bulan ke bulan.
Impor bahan baku, seperti permesinan, dan cip semikonduktor mengalami peningkatan akibat adanya perbaikan sentimen di pasar investasi.
Meskipun demikian, angka impor minyak mentah merosot hingga lebih dari 10 % dari bulan Januari.
Angka pengangguran rata-rata di Korea Selatan pada bulan Januari sudah mencapai 4,8 %.
Menurut data tenaga kerja dari Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pengembangan (OECD), tingkat pengangguran di Korea Selatan meningkat dari 3,6 % pada bulan Desember tahun lalu, menjadi 4,8 % pada bulan Januari. Peningkatan tersebut merupakan yang terbesar di antara ke-22 negara OECD lain.
Sebanyak 13 negara anggota OECD lain juga mengalami peningkatan angka pengangguran dari bulan sebelumnya.
Menurut laporan OECD, meskipun angka pengangguran di Korea Selatan mengalami peningkatan, namun hal itu hanya bersifat sementara.
Korea Selatan akan memberikan dana sebesar 5,4 miliar won sebagai bantuan atas komite manajemen distrik industri Gaeseong pada tahun ini.
Departemen Unifikasi di Seoul mengatakan hari Senin bahwa pemerintah memutuskan untuk memasok bantuan yang diambil dari dana kerjasama antarKorea untuk mendanai keluar masuknya orang-orang di kompleks industri antarKorea di Korea Utara dan mengoperasikan departemen pemadam kebakaran di area kompleks.
Komite Manajemen Distrik Industri Gaeseong yang didirikan sejak Oktober tahun 2004 ini telah dioperasikan oleh Korea Selatan, namun menggunakan hukum Korea Utara.
Komite tersebut bertanggungjawab atas pekerjaan administratif yang terkait kompleks industri, termasuk membantu operasional taman dan mengatur fasilitasnya.
Lebih lanjut lagi, pemerintah berencana untuk memberi subsidi bantuan kepada komite tersebut setiap tahun.
Selama ini komite tersebut membiayai operasionalnya melalui pinjaman dari dana kerjasama antarKorea.
Kapal Pemecah Es Nasional Pertama, Araon, sudah kembali ke Pelabuhan Incheon Senin pagi setelah menyelesaikan perjalanannya selama 88 hari di Antartika.
Kapal yang berbobot 7500 ton ini meninggalkan Incheon pada tanggal 18 Desember lalu untuk meninjau kandidat lokasi di Cape Burks dan Terra Nova Bay untuk pembangunan stasiun penelitian Korea Selatan kedua di Antartika.
Selain itu, kapal ini juga telah menunjukkan keberhasilannya dalam uji memecah es.
Kapal ini selanjutnya akan dipersiapkan untuk melakukan perjalanan ke Kutub Utara, pada akhir Juni atau awal Juli setelah mengalami beberapa perbaikan.
Departemen Pertanahan, Transportasi, dan Kelautan akan mengumumkan keputusan tentang lokasi fasilitas penelitian pada hari Rabu.
Sebuah tim peneliti Korea menyebutkan bahwa mereka telah mengembangkan sebuah substansi yang dapat mengurangi emisi karbon dioksida.
Tim yang dipimpin oleh Profesor Paik Myuh-hyun dari Universitas Nasional Seoul ini mengatakan mereka menciptakan sebuah komponen molekul yang dapat menangkap emisi karbon dioksida secara lebih spesifik.
Tim itu juga mengklaim bahwa hasil penelitian mereka dapat menyerap karbon dioksida dan menangkapnya dalam sebuah “jaring” yang terbuat dari komponen nikel dan molekul organik.
Lebih lanjut Paik mengatakan substansi tersebut dapat membantu mengurangi emisi CO2 untuk jangka panjang.
Pemerintah Korea akan mengambil langkah-langkah untuk mencegah kecanduan internet dan membantu kecanduan online.
Sebagai bagian dari usaha tersebut, pemerintah akan menjalankan program tiga tahun untuk mendidik dan memberi penyuluhan kepada 10 juta anak pra-sekolah, remaja, dan orang dewasa tentang bahaya kecanduan internet.
Pemerintah akan melatih dan memberi lisensi kepada 4.000 konsultan ahli, dan akan memberikan konsultasi kepada sekitar 300.000 orang pecandu internet dan orang-orang yang dianggap rentan terhadap kecanduan internet.
Sebanyak dua juta orang sudah terkena kecanduan internet pada tahun lalu.
Jumlah tersebut sebanyak 8,8 % dari seluruh pengguna internet.
Toko buku nasional mencatat peningkatan besar-besaran pada penjualan buku-buku yang ditulis oleh Biarawan Beopjeong.
Biksu Budha yang dihormati itu banyak dikenal karena koleksi esainya yang banyak terjual, termasuk ide filosofis “ketidakpunyaan”-nya.
Jumlah angka pembelian buku-buku hasil karya Beopjeong melonjak hampir 50 kali lipat sejak kematiannya, yang disertai pemasangan rak eksklusif di setiap toko buku.
Pembelian buku Beopjeong secara besar-besaran yang terjadi saat ini dipicu oleh kekhawatiran bahwa nanti buku-buku tersebut tidak lagi tersedia di pasar karena Biksu Beopjeong sendiri pernah berpesan agar tidak mencetak lagi buku-bukunya.
Buku-buku hasil karya Beopjeong belakangan ini mendominasi daftar buku laris di toko buku online dan beberapa dari bukunya tersebut sudah terjual habis.
Biksu Budha tersebut meninggal pada umur 78 tahun akibat penyakit kanker paru-paru yang dideritanya pada hari Kamis.